Peristiwa tidak mengenakkan yang dihadapi oleh bekas artis cilik Dea Imut atau yang saat ini di kenal dengan nama Dea Annisa nampaknya belum juga menjumpai titik jelas. Berupaya lewat sistem mediasi dengan jasa ekspedisi pengiriman yang terkait dengan raibnya camera Dea Imut sejumlah Rp 252 juta, saat ini mereka mesti meneruskan sistem itu ke jalur hukum. Hal itu berlangsung karena pihak ekspedisi DHL Express tidak ingin bertanggungjawab atas kerugian yang dihadapi oleh Dea.

” Barusan cocok masuk ruangan mediasi, yang kami dapatkan bukanlah mencari jalan keluar, yang ada mereka segera menampik, tidak ingin ganti serta masuk ke materi perkara. Maka dari itu saya barusan cukup emosi, mengapa masuk perkara, namun bila ingin dibicarakan di sini juga tidak jadi masalah, ” ungkap Kuasa Hukum Dea, Henry Indraguna waktu didapati di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (6/12).

Henry juga mesti bercerita ulang peristiwa yang menerpa Dea Imut didalam ruangan sidang. Menurut dia, KTP yang didapatkan oleh penerima waktu ambil camera itu tidak cocok. ” KTP itu namanya terbalik, Suhadi (Toto), yang ambillah Totok Suhadi. Saya mesti ingatkan sekali lagi pada majelis serta rekanan kami karna barusan ceritanya sepenggal-penggal serta tidak lengkap, jadi saya mengulang sekali lagi, ” tandasnya.

Dalam kajian sidang itu, Henry juga cukup jengkel karena pihak asuransi dari ekspedisi berkaitan tidak ingin ganti barang punya Dea. Oleh karena itu, Henry masih tetap bersikukuh untuk menguber problem itu serta mencari keadilan untuk clientnya.

Tidak muluk-muluk, menurut pembicaraan Henry, Dea cuma menginginkan barang itu kembali atau ditukar rugi sesuai sama harga barang. ” Kami cocokkan saja, tidak minta terlalu berlebih, kelak disebut meras, apa yang jadi hak kami yang kami tuntut, tak ada yang beda, ” terang Henry.

Tetapi, dari peristiwa itu, Henry mencium suatu hal yang janggal berkaitan hilangnya camera punya sang client. Ia mengira ada hubungan kerja dari pihak-pihak yg tidak bertanggungjawab. ” Sepertinya ada yg buat KTP palsu, tidak tau mungkin saja hubungan kerja didalam atau bagaimana. Yang pasti kok dapat informasi diluar tau? Bila kami kirim jambu mede atau pepaya mungkin saja tidak juga akan di ambil, lho kok maling ini tau yang di kirim camera mahal? Si maling modal juga buat KTP selalu datang ke DHL, ” ujarnya.

Kuasa Hukum Dea Imut Terasa Ada Yang Janggal Berkaitan Raibnya Camera Sejumlah 250 Juta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
You might also likeclose