Ada yang tidak sama dari keluarga Maudy Koesnaedi. Idul Fitri th. itu, dianya pilih untuk pergi lebaran ke kampung halaman sang suami, Erik Meijer yang terdapat di Belanda.

Ya, Maudy juga pertama kalinya berlebaran sebagai minoritas di Belanda. Wanita berumur 42 th. ini juga rasakan situasi yang tidak sama dengan apa yang dirasakannya di Indonesia.

Berlebaran di Negeri Kincir Angin itu benar-benar sangat jauh tidak sama, lantaran tidak ada kebiasaan bersilahturahmi ke beberapa tetangga seputar. ” Ya beda banget lah, disana kan tidak rame ya lantaran hanya sedikit ya, tidak terlampau banyak cocok salat Ied. Ini juga yang sholat lelakinya saja, yang wanita dirumah sama keluarga nyiapin makanan, ” ucap Maudy Koesnaedi di lokasi Lebak Bulus, Jakarta Selatan seperti ditulis Bintang. com.

” Selalu tidak ada salam-salaman sama tetangga ini, tidak. Paling kita sama mertua serta keluarga yang Turki, kita paling makan gitu saja sich,

Beruntungnya, keluarga sang suami nyatanya banyak yang beragama Islam. Hal tersebut yang bikin situasi kekeluargaan yang kental dengan nuansa Lebaran tetap masih merasa kehangatannya.

” Keluarga ipar saya Muslim lantaran menikah dengan orang Turki. Jadi mertua saya mempunyai anak menantu serta cucu yang Muslim, jadi sewaktu lebaran ya memanglah merayakan Lebaran dengan keluarga Muslim yang ada di Belanda gitu, ” tutupnya..

Rayakan Idul Fitri di Belanda, Maudy Koesnaedi Rasakan Berlebaran Sebagai Minoritas
Tagged on:                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 
You might also likeclose