Duka atas kepergian tiga personil Seventeen bukan sekedar dirasa oleh keluarga serta fans, tapi ikut oleh musisi lainnya di Indonesia, bahkan juga dunia. Gitaris Queen, Brian May juga mengemukakan bela sungkawa atas bencana yang menerpa Seventeen serta semua korban tsunami di Selat Sunda, termasuk juga lokasi Anyer serta Banten serta Anyer.
Juga demikian dengan personil Armada yaitu Rizal, Mai serta Andit, yang kenal beberapa personil Seventeen dengan baik.

Saat bencana berlangsung, Rizal serta kawan-kawannya tengah merekam satu lagu di studio. Selesai mengerjakan satu lagu, seseorang kru menghubungi bila Seventeen tertimpa bencana.

“Kita awalannya menduga mereka tidak berhasil manggung. Sesudah itu kita mencari informasi kembali. Nyatanya cocok di lagu ke-2, musibah tsunami itu hadir,” tutur Mai saat didapati di lokasi Jatinegara, Selasa, (25/12).

Sesudah memperoleh berita jika Oki, road manager Seventeen wafat, Rizal sudah sempat tidur beberapa saat. Saat bangun, dia memperoleh berita jika Ifan selamat serta dia mengontaknya hari itu juga. Akan tetapi saat itu Rizal serta Ifan cuma bercakap dikit sebab tengah dalam proses penelusuran Dylan. Pada Rizal, Ifan cuma minta doa.

1. Armada Respek Pada Ketegaran Ifan

Tidak gampang jadi Ifan, sebab dia ialah hanya satu personil Seventeen yang selamat dari bencana tsunami yang dihadapi band itu. Tiga personil yang lain, Bani, Herman serta Andi wafat. Juga istri Ifan, Dylan Sahara ikut diketemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Personil Armada juga mengantar Ifan ke bandara untuk membawa jenazah istrinya pulang ke Ponorogo untuk disemayamkan disana. Mereka respek pada Ifan yang terlihat begitu tegar sesudah memperoleh bencana yang begitu berat.

“Jika gue lihat. Rekan-rekan yang lainnya ikut lihat. Jika kelihatannya rasa sedih Ifan tuch telah habis. Tujuannya bukan tidak susah kembali. Tetapi persentase kesedihannya tuch jika gue memandangnya tinggal sisa-sisanya saja. Bekasnya ia sudah ikhlas, ia sudah ikhlas. Justru kita teman-temannya yang susah. Ia justru yang nenangin. Doain Dylan, doain Bani, Herman, Andi. Jadi gue lihat Ifan saat ini jadi figur yang masya Allah, mengagumkan sekali. Sebab tidak kebanyakan orang dapat berada di tempat yang sama juga dengan Ifan. Kita dukungan ia,” papar Rizal.

Pada semua sahabatnya, Ifan cuma minta doa. Rizal juga belumlah bicara banyak dengan Ifan, serta dia memang menempatkan diri menjadi pendengar, belumlah ingin banyak menanyakan sebab dia memahami tempat Ifan yang pasti telah jengah dengan beberapa pertanyaan. Yang terpenting buat Rizal ialah hadirnya disamping Ifan, menjadi suport penting serta tetap siaga saat 24 jam penuh saat Ifan memerlukan.

2. Armada Trauma Manggung Dekat Pantai

Peristiwa yang menerpa Seventeen, disadari Armada membuat trauma untuk manggung dekat pantai. Tapi harus, mereka harus tetap mengerjakannya saat malam Tahun Baru 2019 sebab terlanjur kontrak main di Pantai Karnival Ancol. Menurut Armada, bukan sekedar mereka yang alami trauma, tapi ikut musisi yang lain di Indonesia sebab negeri ini sering terserang musibah. Akan tetapi hal tersebut tidaklah sampai membuat mereka menggagalkan kontrak yang telah ada.

“Akhir tahun ini memang diperkirakan bulan-bulannya musibah. Mudah-mudahan peristiwa Selat Sunda tempo hari jadi yang paling akhir lah buat Indonesia. Kita berpikirnya gini. Rejeki, maut, jodoh di tangan Allah. Kita berserah saja lah,” tutur Rizal.

Saat malam tahun baru 2019 kelak, Armada akan manggung dalam suatu acara tv. Ini ialah kali ke-3 mereka tampil saat malam tahun baru di Jakarta. Awal mulanya, mereka sering ambil pekerjaan di luar kota.

Serta pada peristiwa manggung tahun baru kelak, personil Armada telah setuju tidak untuk ajak keluarga. Sesudah manggung, baru mereka akan habiskan waktu libur bersama dengan keluarga.

Ikut Berduka, Armada Respek Pada Ketegaran Ifan Seventeen Saat Tsunami Anyer
Tagged on:                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
You might also likeclose