Pembawa acara senior, Jeremy Teti membuat ramai publik dengan penampilannya yang paling baru. Sekarang, pemenang Panasonic Award 2014 itu tampil macho, komplet dengan tato di ke-2 lengannya. Ditambah lagi, Dia sendiri telah lama sekali tidak tampil di monitor kaca.

Pada mass media, Dia juga pada akhirnya membuka nada tentang fakta pergantian penampilannya itu. Usut miliki usut, sudah lama Teti miliki kemauan tampil ‘gahar’ sudah lama, tetapi harapannya itu baru dapat terwujud dalam sekian waktu paling akhir.

“Liar? Tidak, gue jinak dari dahulu, haha. Gue sebenernya tidak ada arah untuk merubah tampilan dan lain-lain. Ini cuma satu kemauan yang terlambat saja. Sebab gue gagasan ingin tato itu dari tahun 2010, sudah berapakah kali ke studio tato tetapi tidak berhasil, gue takut jarum suntik, selalu (dengar) orang teriak selalu duh sepertinya tidak jadi nih. Sudah foto-foto pilih gambar, tidak jadi. Perihnya meminta ampun,” Jeremy Teti waktu didapati di lokasi Tendean, Jakarta Satan, Rabu (6/2).

1. Urutan Tato

Teti memang awalannya demikian takut memikirkan jarum suntik meliuk-liuk di tubuhnya. Akan tetapi sesudah bisa referensi dari beberapa orang, Dia juga membulatkan tekad untuk bikin tato itu.

“Tetapi kesempatan ini kebetulan kan libur akhir tahun tempo hari, malam tahun baru di Bali lumayan lama dengan keluarga, lihat ponakan-ponakan gue, hilang ingatan tato semua tubuh semua. Mereka kenal studio tatonya banyak disana, yaudah lah gue kenalin satu-satu studio tatonya, mencari yang bagus, yang aman, ini sebab gambar badan, bukan lukisan di kertas. Jika di kertas dapat lu sobek selalu dibuang, jika di badan kita mesti mencari yang bagus sekalipun, janganlah mencari gratisan,” sambungnya.

2. Sakit Sampai Kejang-Kejang

Benar saja, proses pembuatan tato itu menghabiskan waktu yang lumayan lama. Teti juga mesti ikhlas meredam perasaan sakit yang mengagumkan, sampai Dia sudah sempat terasa perih sampai kejang-kejang karena itu.

“Beh janganlah di tanya sakitnya seperti apakah, kan pertama-tama serta triknya banyakin makanan, pertama-tama terkena jarum rasa-rasanya gue sudah kejang-kejang, hahaha, perihnya meminta ampun. Tetapi gue sudah kemauan membuat tato dari demikian tahun pada akhirnya yaudah beranikan diri saja suruh gigit kertas apakah begitu sakitnya meminta ampun. Serta ini kan dibikinnya 4 jam, 3 kali commercial break, tiap-tiap jam istirahat, artis tatonya istirahat, gue juga. Tiap-tiap satu jam makan,” kenang pria berumur 50 tahun itu.

Jeremy Teti Narasi Urutan Proses Membuat Tato, Perih Sampai Kejang-Kejang
Tagged on:                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *