Satu diantaranya riwayat musik Indonesia akan berlangsung di Grand Pacific Hall, Yogyakarta, Jumat (29/3) malam. Ya, satu konser bertopik Jikustik Reunian diberikan oleh promotor Rajawali Indonesia. Band yang diketahui melalui lagu Maaf itu akan tampil dengan personil awal terjun ke industri musik Indonesia pada tahun 1999.

Pongki Barata (vokal, gitar), Icha (bass), Dadi (gitar), Adhit (keyboard), serta Carlo (drum) akan kembali tampil bersama dengan sesudah 10 tahun berpisah. Seperti didapati, Pongki mundur dari Jikustik pada tahun 2008, sedang Icha menyusul keluar pada tahun 2012. Semenjak berpisah, baik Pongki serta Icha benar-benar tidak sempat terkait dengan personel Jikustik yang lain.

Konflik pada Jikustik, Pongki, serta Icha juga sudah sempat jadi rumor kencang di industri musik Indonesia. Sekarang, semua akan dikumpulkan melalui konser Jikustik Reunian. Bukan perihal gampang buat mereka untuk kembali menyatu pada sebuah panggung.

“Saya mati-matian untuk dengarkan lagu lama kembali. Jadi ada yang diajarin kembali serta sama-sama mengajar. Seperti kenalan kembali,” papar Pongki dalam session jumpa wartawan di Parsley Bakery and Resto, Yogyakarta (28/3).

Icha juga menyetujui apa yang disebutkan Pongki. “Buat saya ini lagunya yang bagaimana. Chord-nya yang manakah,” timpal Icha.

1. Bawa serta Pemirsa Nostalgia

Tiga personel Jikustik, Dadi, Adhit, serta Carlo juga mengakui kesusahan saat mesti kembalikan permainan musik mereka ke masa 90an waktu awal mereka meniti karier. Masalahnya sesudah Pongki serta Icha pergi, Jikustik sendiri alami pergantian dari sisi aransemen musik.

“Memang nyatanya saat latihan mainan musik original justru sulit. Terkadang kita pula lupa. Kita mesti balik ke aransemen yang awal sekali itu jadi sulit,” kata Dadi.

Walau demikian, mereka mengakui siap tampil saat kira-kira dua jam. Lagu-lagu hits di masa Pongki serta Icha seumpama Maaf, Setia, Ia Mesti Tahu, akan jadi senjata untuk bikin pemirsa bernostalgia serta bernyanyi bersamanya.

2. Bukan Sebab Uang

Dalam kesempatan kali ini, Pongki juga menyatakan jika kembalinya dia bersama dengan Icha serta Jiskustik pada sebuah panggung bukan hanya sebab uang. Ada hal-hal lain yang menurut dia lebih terpenting dari sebatas uang.

“Jika masalah uang harusnya lima tahun kemarin saat ada penawaran reuni terjadi. Banyak yang minta untuk Jikustrik bereuni tetapi tidak memiliki konsep. Saat mas Anas hadir pada saya, ia miliki ide, yakni rekonsiliasi,” jelas Pongki.

Didapati dalam tempat yang sama, Anas Syahrul Alimi sebagai CEO Rajawali Indonesia mengakui jika tidak gampang membawa Pongki serta Icha untuk kembali sepanggung dengan Jikustik. Perlu waktu kira-kira tiga tahun buat Anas memberikan keyakinan Pongki untuk kembali pada atas panggung bersama dengan Icha serta Jikustik.

“Jadi pertama-tama mencetuskan pada tahun 2016, awalanya ingin menyatukan kawan-kawan yang telah tidak masuk. Baru di tahun 2018 itu bertemu clue buat mereka kembali masuk.Semangatnya sama jadi rekan-rekan kangen untuk manggung bersama. Kami pula ingin mengulang-ulang riwayat jika di Jogja ada group band bernama Jikustik,” papar Anas.

Jikustik Reuni di Satu Konser, Bukan Sebab Uang!
Tagged on:                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *