Jakarta – Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mensupport penuh kehadiran taksi berbasiskan on-line lantaran dinilainya untungkan orang-orang. Untuk menertibkan beberapa sopir taksi on-line, Kemenhub bakal mengusahakan proses uji KIR serta pembuatan SIM gratis.

Budi menyatakan Ketentuan Menteri Perhubungan Nomer 32 Th. 2016 mengenai Penyelenggaraan Angkutan Umum dengan Aplikasi yang di dalamnya dimuat masalah keharusan uji KIR serta mempunyai sim A tak ditujukan untuk mengebiri pelaku usaha. Ketentuan itu malah berguna untuk penyedia layanan serta customer.

Untuk mempermudah beberapa sopir taksi on-line menaati ketentuan itu, Budi menyebutkan bakal lakukan sebagian usaha. Usaha tersebut di antaranya proses uji KIR gratis serta pembebasan cost untuk pembuatan SIM A.

” Taksi on-line itu terdapat banyak investor, paling tak ada GoCar, Grab serta Uber. Namanya taksi ini kan sangat bagus, itu memberi peluang untuk semuanya orang-orang gampang meraihnya serta untuk anak muda ini legitimate karenanya dunianya mereka. Oleh karena itu saya dengan cara pribadi, dengan cara institusi sayang sekali pada on-line ini. Mesti kita dukung, mesti kita dukungan, agar mereka itu eksis disini, ” kata Budi di Puri Agung Ballroom, Grand Sahid Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2016).

” Memanglah ada yang senantiasa diperdebatkan, satu SIM, ke-2 KIR, ketiga STNK. Satu dua ini is must, pikirkan ada satu sopir taksi tidak miliki SIM, kan tidak tanggung jawab. Yang ke-2 ada mobil yang tidak di KIR juga tak bertanggungjawab. Jadi kita senantiasa mencari jalan keluar, kita kerja sama bagaimana Uber, Grab, serta GoCar memberi apakah SIM gratis, KIR gratis, itu saya minta dikerjakan, ” sambung dia.

Budi memberikan, terkait dengan STNK, Kemenhub masihlah mencarikan jalan keluar paling baik. Ia menyampaikan, sebisa-bisanya STNK beberapa sopir taksi on-line di buat dalam satu format.

” Saya juga mengimbau pada taksi yang lain, janganlah gusar, janganlah terasa dianaktirikan, kami juga pikirkan taksi yang ada ini telah memberi servis pada kita, cuma saja saya pesan, tehnologi itu satu keniscayaan, mereka mesti itu dengan semua, ” katanya.

Masalah penetapan tarif, Budi menyerahkan seutuhnya pada operator taksi on-line. Menurut dia, rencana tarif berdasar pada permintaan and suplai adalah rencana yang pas untuk diaplikasikan pada taksi on-line.

” Jadi ginilah, ya namanya juga tehnologi, namanya juga pasar, jadi penetapan tarif itu kelak memanglah sesuai dengan satu mekanisme yang namanya permintaan and suplai, yang namanya keekonomian. Tentu mereka juga tidak bakal lakukan penetapan tarif yang terlalu berlebih. Jadi saya fikir bisa saja ada ketentuan itu, saya fikir mereka memanglah akan tidak lakukan itu, ” tuturnya.

” Namun dikerjakan berdasar pada permintaan and suplai, serta berdasar pada apa yang berlangsung di negara-negara maju bakal terwujud satu iklim yang untungkan customer. Jadi kita tak perlu mempertentangkan penetapan tarif dsb, customer bakal diuntungkan karenanya ada taksi on-line ini, ” paparnya.

Yang akan datang, lanjut Budi, bakal ada pihak yang bertanggungjawab segera membawahi kehadiran beberapa perusahaan taksi on-line yang ada di Indonesia. Tetapi dia belum dapat meyakinkan apakah yang bertanggungjawab mengurus taksi on-line ini Kementerian Perhubungan atau kementerian Komunikasi serta Informatika (Kemkominfo).

” Jadi sesungguhnya kita bakal bicarakan lagi, namun pada dasarnya kita menginginkan ada yang bertanggungjawab, ” ucapnya.

Menhub Usahakan Uji KIR serta Pembuatan SIM Gratis untuk Taksi Online
Tagged on:                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *