JakartaStelly Currie Katili, musisi asal Manado yang sekarang tinggal di Australia di akhir 2018 lantas, barusan mengadakan fashion show di Kuta, Bali. Dia mengangkat topik classic serta mewah. Tidak hanya menyanyi serta mendesain pakaian, Stelly juga membuat 200 buah lagu semenjak berumur 14 tahun.

“Jumlahnya lagu di YouTube yang saya buat kira-kira 200 buah. Semua masih tetap original, baru diaransemen basic gunakan keyboard serta recorded belumlah di-mixing serta mastering,” kata Stelly Currie Katili dalam info tercatat, Jumat (18/1/2019) malam.

“Tetapi beberapa ada yang telah di-mixing serta mastering, yakni ‘Please Don’t Leave Me”, videoklipnya syuting di Newcastle tahun 2011 serta mendapatkan banyak positive masukan di sosial media bahkan juga sudah mengudara di radio-radio stasiun Australia serta bahkan juga ada di iTunes Apple. Views di YouTube sampai 34 beberapa ribu, serta lagu Foreign, sudah sempat jadi soundtrack penulis buku serta film Amerika Paul Reboug yang berjudul Sound of War pada tahun 2012,” paparnya.

Bapak Stelly bernama Hasan Jusuf Katili, datang dari Gorontalo, sedang ibunya Aena Paputungan datang dari Bolang Mongondo Sulawesi Utara. Serta semenjak tahun 2009 Stelly Currie Katili sudah migrasi ke Australia.

“Semenjak usia 14 tahun saya mulai aktif bermusik di sekolah, radio serta wedding party. Usia 16 tahun masuk dengan Galaxy Rock band, rock band profesional di kota Manado serta seringkali manggung di event-event kecil ataupun besar,” jelas Stelly.

Jenis musik Stelly Currie Katili saat ini lebih ke pop serta blues akan tetapi disaat manggung di Australia umumnya all round

“Di Australia saya umumnya manggung bareng anakku Laura dengan ganda grup The Currie’s, umumnya nyanyi cover songs dari beberapa jenis dari musik tahun 50 an sampai saat ini serta disertai backing trek music sekalian kita main gitar, kadang nyanyi solo, terkadang saya manggung bareng band lainnya pun, sudah sempat gabung dengan band rock Led Zeppelin Triibute tetapi sayang lalu groupnya bubar, saat ini pun kembali membuat grup band sendiri Stelly’s band,” tuturnya.

Di Australia sekarang ini Stelly tengah menyiapkan single paling baru solo serta single buat the Currie’s dan satu acara fashion show. Di hari Minggu umumnya ikuti pameran di sekitar Central Coast atau di Sydney untuk mengenalkan brand yang baru dirilisnya yakni SCK, di mana Stelly berkreasi membuat design, bahkan juga Stelly pun aktif dalam acara yang diadakan oleh Kedutaan Indonesia di Australia.

“Design saya ini berbahan kain untuk perancangan brokat, yang biasa digunakan untuk kebaya, memakai mode pakaian moderen elegant hingga terkesan classic serta unik dan sexy sebab kain brokat yang transparan,” papar Stelly tentang desainnya.

Stelly mengharap dapat mengenalkan produk lokal Indonesia yakni brokat ke dunia International,

“Ingin tampilkan produk lokal ke dunia international terutamanya di Australia yakni kain brokat. Saya ingin lihat kain brokat dengan model moderen seperti gaun malam, serta gaun pesta, gagasannya kelak saya akan mendesign serta membuat gaun-gaun pesta bergaya internasional berbahan lokal batik, maksudnya sama yakni lebih mengenalkan produk lokal ke luar negeri. Meskipun saya meyakini beberapa designer-designer terdahulu telah terlebih dulu mengerjakannya, tapi saya akan membuat suatu yang lainnya,” katanya.

“Gagasan kedepan saya pun ingin membuat fashion show di Jakarta serta tampilkan acara musik pun, semoga dapat kerjasama bareng rekan teman musisi atau disc jockey, tetapi belumlah tahu dengan siapa, saya tengah mencarinya,” tutupnya.

Stelly Currie Katili, Desainer yang Miliki Beberapa ratus Lagu Sendiri
Tagged on:                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
You might also likeclose